Padanan Nama Tanah menurut berbagai Klasifikasi


Sistem Dudol-Soepraptohardjo (1957-1961)

Modifikasi 1978/1982

(PPT)

FAO/UENESCO

(1974)

USDA Soil Taxonomy

(1975 – 1990)

1. Tanah Aluvial

2. Andosol

3. Brown Forest Soil

4. Grumusol

5. Latosol

6. Litosol

7. Mediteran

8. Organosol

9. Podsol

10. Podsolik Merah Kuning

11. Podsolik Coklat

12. Podsolik Coklat kelabu

13. Regosol

14. Renzina

15. -

Tanah aluvial

Andosol

Kambisol

Grumusol

- Kambisol

- Latosol

- Lateritik

Litosol

Mediteran

Organosol

Podsol

Podsolik

Kambisol

Podsolik

Regosol

Renzina

Ranker

Fluvisol

Andosol

Cambisol

Vertisol

- Cambisol

- Nitosol

- Ferralsol

Litosol

Luvisol

Histosol

Podsol

Acrisol

Cambisol

Acrisol

Regosol

Renzina

Ranker

- Entisol

- Inceptisol

Andisol

Inceptisol

Vertisol

- Inceptisol

- Ultisol

- Oxisol

Entisol (lithic Subgrup)

Alfisol/inceptisol

Histosol

Spodosol

Ultisol

Inceptisol

Ultisol

Entisol/Inceptisol

Rendoll

-

HORISON DAN LAPISAN UTAMA

1. Horizon organik :

O : horizon organik dari tanah mineral

a. terbentuk pada bagian atas tanah mineral

b. dirajai oleh bahan-bahan organik segar/terurai sebagian

c. berkadar BO ³ 30% jika berfraksi lempung ³ 50%

³ 20% jika berfraksi bukan lempung

O: horizon organik yang sebagian besar bagian-bagiannya masih jelas menampakkan bentuk asli.

O2 : horizon organik yang sudah tidak tersidik bentuk asli asalnya.

2. Horizon mineral

A : horizon mineral yang terdiri atas :

a. horizon pengumpulan b.o yang terbentuk dekat permukaan

b. lap yang telah kehilangan lempung, besi atau aluminium yang mengakibatkan pengumpulan kwarsa atau mineral

c. horizon yang dirajai (a) atau (b) tapi memperlihatkan sifat ke horison B atau C dibawahnya.

A1 : terbentuk/sedang terbentuk pada/dekat muka tanah dengan penimbunan b.o. terhumofikasi yang berhubungan dengan fraksi mineralnya.

A2 : berciri pokok hilangnya lempung, besi atau aluminium sehingga terjadi pemekatan residuil kwarsa.

A3 : horizon peralihan antara A dan B dan dirajai oleh sifat-sifat khas A­­1 dan A2 yang menumpanginya, tapi mempunyai beberapa sifat tambahan dari horizon B di bawahnya.

AB : peralihan antara A dan B, yang bagian atas berciri utama sifat-sifat A, dan bagian bawah seperti horizon B.

Keduanya tidak bisa dipisahkan menjadi A3 dan B1 ® biasanya karena terlalu tipis, bila tebal harus dipisahkan.

B : Ciri-ciri utamanya

a. pemekatan illuvial lempung silikat, besi, Al/humus baik sendiri-sendiri maupun kombinasi.

b. Pemekatan residuil seskudesido atau lempung silikat dengan pelarutan/penghilangan karbonat-karbonat/garam-garam mudah larut.

c. Terjadi pelarutan seskuidesida sehingga berwarna lebih tua, cemerlang atau lebih merah tapi tak ada iluviasi besi.

d. Perobahan bahan dari keadaan aslinya yang mengaburkan struktur batuan asli, yang membentuk lempung-lempung silikat, membebaskan desida-desida atau keduanya dan membentuk struktur granuler, gumpal atau prismatik.

B1 : peralihan antara B dan A1 atau B dan A2 yang dikuasai oleh sifat-sifat B2 di bawahnya, tapi bersifat tambahan dari A­­1­ atau A2.

B2 : bagian dari horizon B dengan sifat-sifat paling murni, tanpa menunjukkan sifat peralihan ke A, C atau R.

B3 : peralihan antara B dan C atau R dengan sifat-sifat diagnostik B2 tapi berkaitan dengan sifat-sifat khas C atau R.

C : mirip dengan bahan yang dianggap bahan asal solum, relatif sedikit kena proses pendogenesa dan tak mempunyai sifat-sifat yang diagnostik A atau B, dengan sifat-sifat :

a. Pelapukan di luar daerah kegiatan biologi utama

b. Sementasi dapat balik, merapuh, BU meninggi sifat khas/fragipan.

c. Gleisasi

d. Pengumpulan Ca atau Mg karbonat/garam mudah larut

e. Sementasi oleh Ca atau Mg karbonat/garam mudah larut

f. Sementasi oleh bahan kersik larut alkali atau oleh besi dan silika

g. Mencakup semua horizon/laporan yang terbentuk tanpa faktor biologi

R : batuan dasar pada yang ditumpangi, seperti : granit, batuan pasir atau gamping.

A&B: bersyarat A2 tetapi disisipi B sebanyak 50% volume

AC : bersyarat maupun C tanpa ada yang merajai.

B&A: horizon bersyarat B pada lebih dari 50% volnya dan mencakup bagian-bagian yang bersyarat A2.

- mampunyai lidah-lidah tegak A2

- mempunyai pita-pita horizontal A diantara pita-pita B yang lebih tebal

HORISON-HORISON DIAGNOSTIK

I. Epipedon

1. Molik : a. ketebalan : – > 10 cm jika menumpang pada batuan keras

- 1/3 tebal belum jika solum tidak tebal

- 25 cm jika solum tebal

b. tidak keras sekalipun kering (gambar – agak teguh)

c. Kroma warna < 3,5, volume > 3,5

d. V > 50%

e. B.O. > 1%, tapi < 20% jika pasiran, atau < 30% jika lempungan

f. P2O5 larut asam sitrat < 250 ppm

g. Struktur berkembang nyata

2. Anthopik : a. seperti mollik, tetapi

b. kadar fosfat tinggi karena pengolahan dan pemupukan (anthropos = manusia)

3. Histik : a. horizon organik (histos = jaringan)

b. tebal > 1 kaki (± 30 cm)

c. sering jenuh air

4. Ochric : a. warna lebih muda (ochros = pucat, warna muda)

b. kadar, b.o. lebih rendah

c. lebih tipis dari mollic, umbric, anthropic atau histic

d. keras dan pejal waktu kering

5. Plaggen : a. Mengandung seresah, pupuk kandang dan sampah usaha tani

b. tebal > 50 cm

c. pengaruh pengolahan tanah yang lama

(plaggen = sod = tanaman sisa-sisa rumput)

6. Umbrik : a. warna tua (umbra = peneduh ® warna tua)

b. sepeti mollik, tetapi jenuh hidrogen (H+)

sehingga nilai V rendah ( < 50% )

II. Endopedon :

1. Kambik : a. Struktur granuler gumpal atau tiang, bercampur dengan yang masih memperlihatkan struktur batuan induk.

b. Mengandung mineral terlapukkan, termasuk alofan atau kaca volkan (vitrik) (cambiare = menukar)

c. KPK di atas 16 me%

d. Belum ada iluviasi lempung, seskuioksida & B.O

e. Tidak tampak selaput lempung pada gumpalan/butir tanah

f. Tidak dapat berkembang dalam bahan pasir (® terbentuk oleh reaksi fisika atau kimia)

2. Agric : a. Pengumpulan G.O & lempung langsung di bawah lapangan olah £ 15% vol tanah (agr = lapangan)

3. Albic : a. Lempung & oksida besi telah terlundi sehingga meninggalkan pasir dan debu warna muda. (albus = putih)

b. Biasanya dialasi oleh spodik atau orgilic

4. Argilik : a. Berhorizon B lempung illuvial

(orgilla = lempung putih)

b. Berselaput lempung pada permukaan gumpal tanah

5. Galcic : a. Perkayaan CaCO3 sekunder atau CaCO3+ MgCO3 sekunder (calcic = kapur)

b. Kadar CaCO3 setara > 15% bila tebal > 15 cm

Kadar CaCO3 setara > 5% dari horizon C (notric = natrium)

6. Natrik : Seperti argilic, tetapi :

a. Berstruktur kolumner / prismatik

b. Ber Na tertukar ³ 15%

c. pH > 8,5

7. Oksik : a. Pengumpulan besi oksida dan/atau Al oksida terhidrat

b. Berlempung kaolinit (kisi 1:1) (oksik : oksida)

d. Tak berselaput lempung

e. pH (KCl) ³ pH – H2O

8. Spodik :a.Berhorizon B dengan pengumpulan humus/seskuioksida

b. Tak ada pengumpulan lempung & selaput lempung

c. Dapat merekat menjadi padas (orstein)

(spodos = abu kayu)

9. Duripan : a. Terekat oleh silika berbentuk kristal mikro sehingga fragmen-fragmen kering tak mau menjadi bubur bila direndam (durus = keras)

b. Sering mengandung semen tambahan berupa oksida besi dan CaCO3 sehingga warna beraneka

10. Fragipan

(tragilis = rapuh)

: a. BV lebih tinggi dari horizon di atasnya

b. Keras bila kering tetapi rapuh bila lembab

11. Gypsic

(gypsum = gips)

: a. Kadar gips > 35% dari jumlah karbonat + gips

b. Jumlah karbonat + gips > 40% berat tanah halus total ( £ 2mm)

12. Petrocalcic

(petra = batuan)

: a. Horizon calcic yang memadas dan berbentuk tidak terputus-putis
13. Petrogypsic : a. Horizon gipsic yang memadas dan tidak terputus-putus
14. Placic

(plox = batu pipih)

: a. Padas tipis berwarna hitam sampai merah tua

b. Terekat oleh besi

c. Tebal 2mm – 10 mm

15. Salic

(sal = garam)

: a. Kadar garam terlarut sangat tinggi

b. DHL ³ 1mmhO

³ 3000 ppm

c. Kadar Na tertukar < 8,5 dalam ekstrak jenuh air

16. Sulfuric

(Sulfureouse)

: a. Mengandung besi sulfat jika pH oksidasi < 3,5

b. Mengandung polisulfida > 0,75% jika mengandung £ kurang dari 3x kadar CaCO2 setara (hanya untuk histosol & aquent ® cat day)

CIRI-CIRI TANAH TIDAK DIAGNOSTIK

1. Durinode (durus = keras, nodus = simpul) :

Nodula yang terekat lemah sampai memadas

® terurai di dalam KOH pekat (+HCl untuk hilangkan karbonat) tidak terurai dengan HCl p saja.

- Bahan semennya SiO2

- Bila kering berkonsistensi teguh – sangat teguh & rapuh bila basah

- Bila direndam air tidak melumpur

- Berbentuk sebagai konkresi (laporan konsentrik) dengan ukuran ³ 1 cm

2. Gilgai & Slicken-side :

Bentuk muka tanah dengan pola tumbuhan yang terdiri bukit/pematang kecil dan cekungan dangkal – sempit sebagai akibat dari proses kembang kerut lempung.

3. Kontak lithic (eithos = batu) :

Batas antara tanah dengan bahan padu dan tidak terputus-putus yang terdapat di bawahnya.

- Bahan harus cukup padu dalam keadaan lembab

® tidak dapat digali dengan skop

- Bila mineral tunggal, kekerasan 6

- Bila bukan mineral tunggal, bongkah-bongkah tercabik tidak terdispersi dalam penggojokan 15 jam dalam air/calgon

- Bahan padunya tidak mencakup horizon-horizon tanah diagnostik seperti duripon/petrocalcic

4. Kontak poralithic :

- Mirip kontak lithic, tapi kekerasannya < 3 atau alami pendispersian sedikit.

- Bila lembab dapat diskop, meski sulit

- Bahan padu berupa sedimen yang alami perpaduan sebag seperti batu pasir, batuan debu atau shale (serpih), BV < 2

5. Plinthile (plinthos : batubata)

- Campuran terlapuk dari lempung, kwarsa & kotoran

- Kaya seskuioksida

- Miskin humus

- Berbecak-becak merah, dapat didispersi

- Berpola pipih/jaring

- Merupakan bahan yang tidak memadas

- Irreversibel menjadi padas besi, agregate tak teratur

- Konsistensi teguh (kap lap) dan keras (titik layu)

- Proses kimiawi : oksidasi dan dekarbonatasi

  • Oksidasi : karena udara mengalir lewat retakan, b.o. teroksidasi dan warna kelabu kebiruan ® kecoklat karena oksidasi senyawa besi.

- oksidasi dipercepat oleh jazad renik pengoksidasi besi sehingga warna merah cepat timbul (pada lap atas yang tipis)

- senyawa pirut (FeS2) pada lumpuran lempung payau teroksidasi menjadi asam sulfat

PETA

Peta : alat pemberita visual suatu wilayah

- Peta ilmu bumi (geografi)

- Peta topografi

- Peta geologi dan sebagainya

- Peta tanah ® penyebaran satuan tanah keadaan tanah/lahan ® seperti pada legenda di pojok.

Skala peta : perbandingan antara jarak dua titik dalam peta terhadap jarak kedua tempat sebenarnya (di lap)

Misal : 10cm di peta ® 10 km (1000000 cm)

® skala 10 : 1.000.000

1 : 100.000

Syarat peta :

- Beri gambar yang mudah dipandang/dimengerti

- Berunsur-unsur sifat yang dikehendaki tujuan

- Beda tugas antara satuan-satuan peta

- Tidak membingungkan

- Sebagai sarana kerja yang efisien

Satuan peta tanah (soil mapping unit) : tersusun dari kesatuan

About these ads

9 comments on “Padanan Nama Tanah menurut berbagai Klasifikasi

  1. Assalamu’alaikum….
    mas…bisa lihatkan gambar profil tanah inceptisol g mas??? makasih atas bantuannya

  2. Bisa aja, Gampang malah klu ck incep.. Tapi aq lagi ga sempet update blog nih, jadi kalau ada yang mau diminta slbh spesifik ke email aja.. Ok..
    (ramdan.sundana@fairco.co.id)

  3. Asslm…
    saya ingin tahu pH tanah dari :
    1. Alluvial
    2. Gleisol
    3. Kambisol (Gleik, Oksik, Umbrik)
    4. Podsolik (Humik, Kandik, Kromik)
    5. Organosol (Saprik)
    mohon bantuannya, sertakan jg literatur/refernsi nya
    terima kasih
    ditunggu balasannya

  4. wah.. faktor-faktor yang mempengaruhi pH banyak sekali, sehingga nama tanah yang sama bisa memiliki pH yag berbeda. Tapi kalu ingin mengetahui range pH pada umumnya untuk berbagai nama tanah, gampang…
    tinggal cari aja buku nya, susah kalau mau diuraikan disini. Biasa nya saya pakai buku klasifikasi tanah (Soil Taxonomy) 1999 atau 2003. coba aja. Good luck!

  5. assalamualaikum….ka sy mau nanya…nama nama mineral tanah tambang skaligus nama kimianya…tolong ,,pnting bnget

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s